Pekerjaan biasanya didelegasikan ke perangkat yang disebut penghitung coulomb. Ini dibangun ke dalam sistem manajemen baterai di telepon.
Prinsip dasarnya hanya menghitung berapa banyak energi yang masuk dan keluar dari baterai untuk menebak berapa banyak yang tersisa.
Ini seperti memasang ammeter (alat yang mengukur aliran listrik) pada sambungan ke baterai. Sulit untuk melakukan ini tanpa membuang daya, dan bahkan lebih sulit untuk memprediksi bagaimana baterai akan habis dalam berbagai keadaan. Panas ekstra, debit yang lebih tinggi, dan usia tua semuanya akan membuang daya di dalam baterai dengan cara yang tidak dapat diukur dengan mudah oleh penghitung coulomb.
Jadi, selain hanya mengukur aliran, penghitung coulomb mengawasi tegangan baterai ("tekanan" listrik total) untuk menebak berapa banyak daya yang tersisa di baterai dan mempelajari kapasitasnya seiring bertambahnya usia. Ini juga rumit, karena reaksi kimia menahan energi, dan tegangan itu hanyalah efek samping yang menunjukkan mungkin berapa banyak energi yang tersisa di baterai. Tegangan sangat berfluktuasi tergantung pada faktor lain, seperti tingkat pelepasan (kadang-kadang disebut Tingkat "C").